Oleh : diaan rahmawati
Selaput malam mengiringnya terjaga, memahat setiap nyawa hati
membingkainya dalam untaian doa.
Kadang, nafas membuncah,
menghardik ribuan tanya..... meragu.
Lelah seakan mengepul seketika, mengganti segala resah jadi suka.
Kadang bisu tak terengkuh.
Meratap nyata tanpa nadir.
Andai terlahir kembali, biarkan ku jadi nyawa hidupmu....
wahai Ibu
0 komentar:
Posting Komentar